Toolkit9 menit baca
Prompt Library
Menggunakan template prompt aman untuk berbagai workflow.
Setelah lesson ini, kamu bisa
Menggunakan template prompt aman untuk berbagai workflow.
Progress tersimpan di browser dan perangkat ini.
Prompt di sini adalah starter, bukan mantra. Ganti placeholder [seperti ini], hapus bagian yang tidak relevan, lalu review output.
Sebelum copy-paste
- Jangan masukkan password, OTP, identitas lengkap, data pelanggan, atau rahasia.
- Gunakan data fiktif atau teranonim untuk latihan.
- Cek kebijakan kantor, kampus, dan klien.
- Verifikasi nama, angka, tanggal, sumber, dan komitmen.
- Jangan langsung mengirim atau menerbitkan output.
1. Prompt builder KIFF
text
Bantu aku menyusun prompt untuk tugas berikut: [tugas].
Jangan mengerjakan tugasnya dulu. Ajukan maksimal 5 pertanyaan untuk melengkapi:
- Konteks: situasi, audiens, tujuan, dan bahan;
- Instruksi: pekerjaan utama;
- Format: bentuk dan panjang output;
- Finishing: tone, batasan, kriteria kualitas, dan hal yang harus dihindari.
Setelah aku jawab, susun prompt final yang ringkas dan tandai data sensitif yang sebaiknya tidak dimasukkan.2. Klarifikasi sebelum bekerja
text
Sebelum mengerjakan, ajukan maksimal 4 pertanyaan yang paling memengaruhi hasil. Jangan mulai membuat draft sampai aku menjawab. Jangan meminta data pribadi atau rahasia yang tidak diperlukan.3. Pisahkan fakta, inferensi, dan ide
text
Jawab dalam tiga bagian:
1. fakta yang didukung sumber,
2. inferensi atau interpretasi,
3. ide atau rekomendasi.
Untuk fakta yang dapat berubah, beri sumber primer yang bisa dibuka dan tanggal sumber. Jika bukti tidak cukup, katakan tidak tahu. Jangan mencampur inferensi menjadi fakta.4. Bekerja hanya dari sumber
text
Gunakan hanya materi di antara tag <sumber>. Jangan menambah fakta dari pengetahuan lain.
Tugas: [tugas].
Format: [format].
Jika jawaban tidak tersedia di sumber, tulis “tidak ditemukan di sumber”. Untuk setiap kesimpulan, beri kutipan pendek yang mendukungnya.
<sumber>
[tempel bahan yang aman dan boleh digunakan]
</sumber>5. Rangkuman yang bisa diverifikasi
text
Ringkas teks untuk [audiens].
Format:
- satu kalimat inti;
- lima poin utama;
- semua angka, nama, dan tanggal;
- pertanyaan yang belum terjawab;
- kutipan pendukung untuk tiap poin.
Gunakan hanya teks. Jangan menebak konteks yang hilang.6. Ubah catatan meeting menjadi action items
text
Gunakan hanya catatan berikut. Pisahkan menjadi tabel:
- keputusan,
- action item,
- owner,
- deadline,
- dependensi,
- pertanyaan terbuka.
Jika owner atau deadline tidak ada, tulis “belum ditentukan”. Jangan menebak. Setelah tabel, ajukan 3 klarifikasi paling penting.
<catatan>
[tempel catatan yang aman dan diizinkan]
</catatan>7. Draft email profesional
text
Konteks:
Pengirim: [peran].
Penerima: [peran].
Hubungan: [konteks hubungan].
Tujuan: [tujuan].
Poin wajib: [poin].
Instruksi:
Tulis email yang mencapai tujuan tanpa menambah janji.
Format:
Subjek + isi [jumlah] kata.
Finishing:
Tone [tone]. Pertahankan semua nama, angka, dan tanggal. Jangan mengarang kesepakatan atau deadline.8. Pesan follow-up tanpa memaksa
text
Aku sudah [tindakan sebelumnya] pada [waktu]. Belum ada respons. Tulis pesan follow-up untuk [penerima].
Tujuan: memastikan pesan diterima dan menawarkan bantuan.
Format: pesan chat maksimal 70 kata.
Tone: hangat, jelas, tidak pasif-agresif.
Jangan memberi diskon, deadline, atau asumsi bahwa mereka setuju.9. Review tulisan sebelum rewrite
text
Review draft di bawah. Jangan tulis ulang dulu.
Berikan feedback dalam tabel:
- bagian,
- masalah,
- dampak ke pembaca,
- usulan revisi,
- prioritas tinggi/sedang/rendah.
Fokus pada: pesan utama, struktur, kejelasan, bukti, dan kesesuaian audiens [audiens]. Setelah feedback, pilih 3 revisi paling berdampak dan tunggu persetujuanku.
<draft>
[draft aman]
</draft>10. Adaptasi tone tanpa mengubah fakta
text
Adaptasikan teks berikut untuk [audiens dan kanal].
Tone: [tone].
Panjang: [batas].
Pertahankan nama, angka, tanggal, komitmen, dan makna. Jangan menambah klaim. Setelah hasil, daftar perubahan penting dan alasanmu.11. Brainstorming dengan variasi nyata
text
Buat 12 ide untuk [tujuan] bagi [audiens].
Kelompokkan menjadi:
- 4 aman,
- 4 eksperimen,
- 4 berani.
Untuk tiap ide, tulis: insight audiens, konsep, effort 1–5, risiko utama, dan cara menguji dalam skala kecil. Jangan mengarang data pasar.12. Ide konten berdasarkan fakta produk
text
Konteks:
Produk: [produk].
Audiens: [audiens].
Tujuan: [tujuan].
Fakta yang boleh dipakai:
- [fakta 1]
- [fakta 2]
- [fakta 3]
Buat [jumlah] ide konten. Format: hook, pesan, visual, CTA.
Jangan menambah bahan, harga, stok, testimoni, klaim kesehatan, atau keunggulan yang tidak ada di fakta.13. Outline presentasi berorientasi keputusan
text
Aku membuat presentasi [durasi] untuk [audiens]. Setelah presentasi, mereka harus bisa memutuskan [keputusan]. Pengetahuan awal mereka [level]. Bukti yang tersedia [bukti].
Buat outline [jumlah] slide. Untuk tiap slide, berikan:
- satu pesan utama;
- bukti yang dibutuhkan;
- visual yang membantu;
- pertanyaan audiens yang dijawab.
Tandai bagian yang belum punya bukti. Jangan mengarang angka.14. Tutor Socratic
text
Jadilah tutor untuk [topik] pada level [level].
Aturan:
- tanyakan apa yang sudah kupahami;
- beri satu pertanyaan atau petunjuk setiap giliran;
- jangan langsung memberi jawaban final;
- minta aku menjelaskan ulang;
- koreksi dengan contoh;
- tandai informasi yang perlu sumber resmi terbaru.
Tujuan sesi: aku bisa [kemampuan terukur].15. Buat soal latihan dari materi
text
Gunakan hanya materi di bawah. Buat:
- 5 soal pilihan ganda berbasis skenario;
- 3 soal jawaban singkat;
- 1 tugas aplikasi.
Sertakan kunci dan penjelasan, tetapi taruh setelah pemisah “KUNCI JAWABAN”. Jangan menguji informasi yang tidak ada di materi. Hindari distractor konyol.
<materi>
[tempel materi]
</materi>16. Rencana belajar realistis
text
Aku ingin belajar [skill]. Levelku [level]. Waktu yang tersedia [jumlah] menit per sesi, [jumlah] hari per minggu. Cara belajar yang nyaman [cara]. Target hari ke-30 [output].
Sebelum membuat rencana, ajukan maksimal 3 pertanyaan tentang kelayakan.
Lalu buat rencana 4 minggu dengan satu output, satu sesi review, dan satu buffer per minggu. Beri alternatif gratis untuk tool berbayar.17. Prioritas kerja
text
Bantu prioritaskan daftar tugas. Sebelum mengelompokkan, tanyakan deadline, dampak jika terlambat, effort, dependensi, dan siapa yang bisa mengerjakan.
Kelompokkan menjadi:
- kerjakan sekarang,
- jadwalkan,
- delegasikan,
- hapus atau tunda.
Jelaskan trade-off. Jangan menganggap semua tugas sama penting.18. Troubleshooting berbasis hipotesis
text
Masalah: [gejala].
Lingkungan atau kondisi: [kondisi].
Perubahan terakhir: [perubahan].
Yang sudah dicoba: [langkah dan hasil].
Buat maksimal 5 hipotesis, urutkan dari paling mungkin. Untuk tiap hipotesis, beri:
- alasan;
- satu tes yang aman dan dapat dibalik;
- hasil yang mengonfirmasi atau membantah;
- risiko.
Jangan menyarankan penghapusan data, reset, perubahan permanen, atau credential sharing tanpa backup dan konfirmasi.19. Analisis data ringan tanpa overclaim
text
<data>
[tempel tabel fiktif, publik nonpersonal, atau data yang sudah diizinkan di sini]
</data>
Sebelum analisis, audit tabel untuk definisi kolom, nilai kosong, duplikasi, outlier, dan kualitas sampel.
Lalu:
1. berikan observasi yang bisa dihitung dari data;
2. pisahkan hipotesis;
3. jangan menyatakan sebab-akibat dari korelasi;
4. tunjukkan rumus untuk setiap metrik;
5. sebutkan data tambahan yang diperlukan.
Data ini [fiktif/publik/teranonim dan diizinkan].20. Bandingkan opsi dengan kriteria
text
Bandingkan opsi [A, B, C] untuk tujuan [tujuan].
Kriteria: [kriteria].
Bobot tiap kriteria: [bobot].
Batas keras: [batas yang tidak boleh dilanggar].
Buat tabel skor 1–5 beserta bukti atau asumsi. Jangan membuat pemenang jika data tidak cukup. Setelah tabel, beri sensitivity check: apakah hasil berubah jika satu bobot utama berubah?21. Audit fakta dan sumber
text
Audit teks berikut. Pecah menjadi klaim faktual yang dapat diverifikasi.
<teks>
[tempel teks yang aman di sini]
</teks>
Untuk tiap klaim, buat tabel:
- klaim;
- jenis klaim;
- sumber yang disebut;
- apakah sumber dapat dibuka;
- kutipan pendukung;
- tanggal;
- status: terverifikasi, sebagian, tidak cukup, atau salah.
Prioritaskan sumber primer. Jangan menganggap link benar sebelum diperiksa.22. Audit asumsi dan bias
text
Audit rekomendasi ini untuk asumsi tersembunyi, kelompok yang mungkin terlewat, dan risiko ketidakadilan.
<rekomendasi>
[tempel rekomendasi yang aman di sini]
</rekomendasi>
Jangan menebak identitas orang. Fokus pada kriteria keputusan, data yang hilang, proxy untuk atribut sensitif, aksesibilitas, dan mekanisme review atau banding.
Berikan pertanyaan yang harus dijawab manusia sebelum keputusan dibuat.23. Audit privasi sebelum upload
text
Aku berencana memakai AI untuk [workflow]. Jenis data yang terlibat: [deskripsi kategori, jangan tempel datanya].
Bantu membuat pre-upload checklist:
- data minimum;
- identitas langsung;
- kombinasi detail yang bisa mengidentifikasi;
- metadata;
- izin organisasi atau klien;
- tier dan Terms;
- retention dan training controls;
- siapa yang mereview output.
Jangan meminta contoh data asli.24. Risiko copyright dan penggunaan komersial
text
Aku ingin memakai output AI untuk [penggunaan]. Input atau referensinya [jenis aset]. Tool dan tier [tool/tier].
Jangan memberi kesimpulan hukum final. Buat checklist pertanyaan tentang:
- hak atas input;
- Terms tool;
- kemiripan dengan karya pihak lain;
- merek, karakter, wajah, dan suara;
- kontribusi manusia;
- disclosure;
- kapan perlu review legal.25. Ubah workflow menjadi SOP
text
Berdasarkan workflow di bawah, buat SOP untuk [audiens].
<workflow>
[tempel workflow yang aman di sini]
</workflow>
Format:
- tujuan;
- scope;
- input yang diizinkan;
- langkah;
- checkpoint manusia;
- output;
- error handling;
- escalation;
- log yang disimpan;
- kapan SOP tidak boleh dipakai.
Jangan menambah izin atau tindakan yang tidak ada di workflow.26. Review output dengan CEPAT
text
Nilai output di bawah dengan rubrik CEPAT, masing-masing 0–2:
<output>
[tempel output yang aman di sini]
</output>
- Cocok tujuan;
- Evidence aman;
- Pas konteks;
- Aman;
- Tindak lanjut.
Untuk setiap skor, kutip bukti dari output. Setelah itu, berikan maksimal 3 revisi paling berdampak. Jangan menganggap penilaianmu sebagai review final manusia.27. Red-team ringan sebelum publikasi
text
Sebelum draft ini dipublikasikan, cari cara pembaca dapat salah memahami, menyalahgunakan, atau dirugikan oleh isinya.
<draft>
[tempel draft yang aman di sini]
</draft>
Periksa:
- klaim terlalu luas;
- angka tanpa konteks;
- instruksi berbahaya;
- privasi;
- bias;
- copyright;
- janji yang tidak bisa dipenuhi;
- kebutuhan disclaimer.
Urutkan temuan berdasarkan dampak dan kemungkinan.28. Catatan eksperimen
text
Bantu aku mendokumentasikan eksperimen AI ini. Tanyakan satu per satu:
1. tujuan,
2. input dan klasifikasi data,
3. prompt,
4. output,
5. kriteria evaluasi,
6. error,
7. revisi,
8. verifikasi,
9. keputusan manusia,
10. pelajaran.
Setelah semua terjawab, buat ringkasan tanpa memasukkan detail sensitif.Cara menyimpan prompt library pribadi
Untuk setiap prompt yang kamu simpan, catat:
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Nama | Tugas yang dibantu |
| Kapan dipakai | Kondisi penggunaan |
| Input yang boleh | Klasifikasi data |
| Prompt | Template dengan placeholder |
| Output | Format yang diharapkan |
| Review | Checklist manusia |
| Failure mode | Kapan hasil sering salah |
| Terakhir diuji | Tanggal dan tool |
Prompt library yang baik bukan tumpukan 1.000 prompt. Ia adalah kumpulan workflow yang kamu pahami dan rawat.